Pemimpi
dan pemimpin. Dua kata yang sekilas hampir sama (karena penambahan huruf n pada pemimpin) namun secara harfiah sangat
berbeda. Pemimpin menurut Collins (2003) adalah seseorang yang dapat
menginspirasi orang lain sementara pemimpi adalah seorang yang memiliki
kebiasaan bermimpi. Banyak orang bahkan berkata bahwa pemimpin biasanya menjadi
pahlawan, sedangkan pemimpi cenderung menjadi pecundang. Namun hanya sedikit
orang yang berkata bahwa pemimpi adalah elemen penggerak, suatu roda gigi yang
melengkapi sebuah motor. Melalui kedua pendapat ini, pertanyaan-pertanyaan
dapat timbul. Apakah seorang pemimpi selamanya menjadi pecundang? Apakah sang
pemimpi harus merelakan semua mimpi-mimpi indahnya untuk masa depan yang
katanya lebih cerah?
Sebelum
membahas pentingnya seorang pemimpi bagi masa depan, mari beralih ke sebuah
contoh yang sangat familiar belakangan ini. Apakah Anda mengetahui siapa Steve
Jobs? Ia adalah pemimpin resmi perusahaan Apple sejak tahun 2000. Ia pernah
didepak oleh direksi perusahaan Apple sebelumnya karena perbedaan ide. Walaupun
didepak secara sepihak, ia tidak menyerah karena mimpinya adalah membuat sebuah
komputer yang dapat dibawa kemana saja dan hanya perlu 20 menit untuk
mempelajarinya. Bayangkan, ia memimpikan hal yang terbilang sangat mustahil di
zamannya – sebuah tablet PC. Kini, banyak pendapat orang yang berkata bahwa
mimpi Steve Jobs adalah tidak mungkin telah terpatahkan. Dari sebuah mimpi, ia
telah menciptakan berbagai gadget yang telah merubah hidup banyak orang.
Steve
Jobs telah menjadi contoh yang baik, bahwa seorang pemimpi bukanlah seorang
pecundang. Seorang pemimpi dapat memimpin masa depan banyak orang. Hal yang
membedakan Steve Jobs sebagai seorang pemimpi dengan pemimpi lainnya adalah ia
memiliki mimpi yang jelas. Dengan memiliki mimpi yang jelas disertai dengan
jalan menuju terwujudnya mimpi tersebut, sebuah mimpi sangat mungkin terwujud.
Keinginan (desire) yang kuat juga
dapat mempercepat terwujudnya mimpi seseorang. Dan yang terakhir, hati yang
ikhlas untuk mewujudkan mimpi seorang pemimpi adalah yang paling penting. Steve
Jobs menjelaskan hal terakhir dengan suatu kalimat yang berbunyi: The only way to do great work is to love
what you do – satu-satunya cara untuk melakukan sesuatu yang besar adalah
dengan mencintai apapun yang kamu lakukan.
