dibanding yang lain, aku masih banyak kekurangan
aku tak bisa bersemi layaknya bunga lain
tempatku tak biasa seperti mereka
namun aku akan tetap berusaha menjadi yang terbaik
Suatu hari, sesuatu terjadi
Peri hutan mencari bunga terindah
semua bersiap menyambutnya
semua, kecuali diriku
tak ada yang sudi melihat bunga di lumpur kan?
Maka, aku mulai menjauh
aku menyendiri, berharap keajaiban terjadi
tak ada yang menghampiri
tak ada, kecuali dia
sebuah bunga teratai, yang mendamaikan jiwa
Dia bercerita, walaupun hidu di kolam
berdampingan dengan katak-katak
di usik oleh bangau yang mencari makan
walau timbul tenggelam, ia hadapi
ia tetap bersemi, walau tak ada yang menemani
Mungkin memang sudah nasibku
ku sadar, Tuhan menciptakan karena alasan
aku mulai memantapkan langkah
menyambut peri hutan yang cantik jelita
ku akan berusaha, untuk jadi yang terbaik
Terima kasih bunga teratai
tanpamu, mungkin ku tetap menangis sendiri
mungkin ku mati tertutupi lumpur
tempat yang selama ini ku sesali
namun kini aku syukuri
dedicated to my lovely mother in heaven
No comments:
Post a Comment